Library.uib.ac.id

MEMBANGUN LITERASI BERKUALITAS MELALUI ADOPSI PRAKTIK TERBAIK DUNIA

Miftah Khoiriah Harahap

Fakultas Ilmu Hukum, Universitas Internasional Batam

Email: miftahkhoiriahharahap@gmail.com

Abstrak

Pesatnya perkembangan teknologi telah membawa babak baru dalam berbagai dimensi kehidupan manusia. Teknologi tidak hanya menghadirkan efisiensi, tetapi juga mengantarkan perubahan masif dalam berbagai dimensi. Salah satu bentuk konkret perkembangan teknologi adalah hadirnya smartphone yang kini telah menyatu erat dengan kehidupan manusia. Hadirnya smartphone memberikan kemudahan manusia dalam mengakses informasi, menjangkau komunikasi, dan membuka akses ke dunia literasi yang lebih ekstensif. Akan tetapi, pemanfaatan smartphone yang tidak terorganisir dapat menurunkan minat membaca yang intensif dan menurunkan kemampuan berpikir kritis. Sehingga, diperlukan gagasan untuk dapat mengimbangi pesatnya perkembangan teknologi dengan literasi digital yang memadai. Gagasan yang dihadirkan dalam karya tulis ilmiah ini adalah menawarkan adaptasi strategi literasi digital negara maju sebagai panduan dalam penguatan ekosistem literasi digital di Indonesia. Berdasarkan gagasan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kualitas literasi digital Indonesia dengan mengadopsi praktik-praktik negara maju dengan tetap menyesuaikan dengan nilai-nilai Indonesia.

Kata kunci: teknologi, smartphone, literasi digital, negara maju

Latar Belakang

Perkembangan teknologi digital memberikan perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, seperti cara manusia berkomunikasi, melakukan transaksi, dan mengakses informasi. Melalui perkembangan teknologi yang semakin mutakhir ini menjadikan informasi dapat tersaji dalam hitungan menit dan informasi dapat diterima cukup melalui smartphone serta internet dengan sangat mudah. Akan tetapi, kemudahan yang ada tidak selalu diiringi oleh kebiasaan membaca yang mumpuni dan kemaampuan berpikir kritis. Ketidamampuan untuk menyaring informasi yang ada menyebabkan maraknya penyebaran hoaks dan provokasi. Minimnya kemampuan tersebut mengakibatkan menurunnya kemampuan masyarakat untuk melakukan analisis, introspeksi, dan berpikir kritis.

Berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republuk Indonesia, hasil survei Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) tahun 2025 menunjukkan bahwa tingkat kecakapan digital masyarakat Indonesia sudah cukup baik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini menandakan perkembangan yang baik, akan tetapi masih diperlukan optimalisasi teknologi digital yang lebih kuat untuk meningkatkan produktivitas, dan kemampuan berpikir masyarakat.

Di satu sisi, negara-negara maju seperti Singapura dan Jepang telah berjaya membangun ekosistem literasi yang kokoh. Negara-negara maju tersebut menanamkan budaya membaca, berpikir kritis, serta tanggung jawab digital sejak dini yang dialurkan melalui sistem pendidikan dan kebijakan publik yang berbasis teknologi. Pendekatan ini dapat meningkatkan kemampuan teknis, juga dapat membentuk karakter masyarakat yang mampu mengolah informasi, dan tata susila masyarakat dalam berkomunikasi digital, dengan menggunakan teknologi secara kreatif, inovatif, dan juga efektif.

Dengan demikian, Indonesia dapat mengadopsi praktik-praktik dan strategi terbaik dari negara-negara maju yang telah berhasil membangun literasi digital yang berkualitas, agar Indonesia dapat menjadi negara yang memiliki kualitas literasi digital yang matang. Upaya yang dapat dilakukan tidak cukup hanya difokuskan dalam penguasaan teknologi, tetapi juga memfokuskan pada pembentukan pola pikir kritis masyarakat dan budaya membaca yang kuat di lingkungan masyarakat. Melalui adopsi praktik-praktik terbaik dunia dengan tetap menyesuaikan dengan sosial-budaya di Indonesia, diharapkan dapat meningkatkan generasi digital yang tidak hanya cakap teknologi tetapi juga cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menghadapi tantangan era digital yang semakin kompleks.

Ide/Gagasan dan Solusi

Ide atau gagasan yang ditawarkan dalam karya tulis ini berfokus untuk membangun literasi digital yang berkualitas dengan mangadopsi praktik-praktik negara maju. Dalam hal ini, negara yang menjadi panduan dalam strategi untuk membentuk literasi digital yang lebih matang adalah Singapura dan Jepang, berikut strategi yang dapat diadopsi:

  1. Singapura
  2. Pendidikan Sepanjang Hayat dan Pembelajaran Berkelanjutan

Singapura mengadopsi konsep pendidikan sepanjang hayat dan pembelajaran yang berkelanjutan yang merupakan strategi utama dalam meningkatkan sumber daya manusia. Pendidikan sepanjang hayat mencakup peningkatan literasi digital, baik bagi pekerja maupun siswa yang dirancang untuk memupuk rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir kritis yang dapat membantu dalam kemampuan literasi digital masyarakat.

  1. National Digital Explorer (NDE)

National Digital Explorer (NDE) ini dirancang untuk membekali siswa usia 9 hingga 18 tahun. Pendidikan formal menjadi prioritas utama Singapura untuk membekali siswa sejak usia dini dengan keterampilan digital praktis dan kemampuan berpikir kritis. Program ini menunjukkan bahwa literasi digital tidak hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga pembentukan pola pikir kritis dan kesiapan menghadapi ekonomi digital global. Ini dapat diadopsi oleh Indonesia untuk meningkatkan kemampuan literasi digital dan kemampuan berpikir anak usia dini.

  1. Jepang

Ondoku dan Bibliobattle

Ondoku merupakan kegiatan membaca yang dilakukan setiap hari sebelum pelajaran dimulai. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca serta pemahaman teks siswa sejak dini. Sedangkan Bibliobattle merupakan kegiatan yang mendorong siswa untuk membaca dan mempresentasikan isi buku kepada teman-temannya. Strategi Ondoku ini dapat membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan literasi digital pelajar untuk melatih kemampuan memahami informasi digital secara multisensori dan membantu melatih kemampuan analisis konten digital, karena pengguna dapat mendengarkan berbagai sumber berita, artikel, atau teks akademik dan membandingkan isinya. Selain dari mengambil praktik-praktik negara maju, peningkatan literasi di Indonesia dapat dilakukan dengan beberapa cara lain, seperti:

  1. Menetapkan program kewajiban membaca minimum bagi siswa dan mahasiswa. Kebijakan membaca buku ini bukan hanya sebagai aturan saja, melainkan strategi pendidikan yang menumbuhkan budaya literasi aktif.
  2. Pemanfaatan e-book sebagai media peningkatan literasi digital. Pemanfaatan e-book dapat digunakan sebagai alat untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis masyarakat. Perkembangan teknologi yang semakin pesat dan semakin akrabnya masyarakat modern dengan perangkat digital, e-book dapat dimanfaatkan untuk membentuk kebiasaan literasi digital berkelanjutan. Program ini dapat dikembangan melalui beberapa strategi seperti, penyediaan perpustakaan setiap sekolah dan juga instansi, sehingga distribusi dan pemanfaaran e-book menjadi efisien dan luas jangkauannya.

Manfaat dan Kesimpulan

Penerapan berbagai ide atau gagasan literasi digital yang diadaptasi dari praktik terbaik negara yang telah berhasil memajukan kemampuan literasi digital negara berdasarkan praktik-praktik yang telah dilakukan dapat memberikan pengaruh positif bagi masyarakat Indonesia. Penerapan pendidikan sepanjang hayat dan pembelajaran berkelanjutan serta national digital explorer seperti di Singapura mampu mendorong siswa untuk lebih aktif berpikir kritis juga mampu menyaring informasi yang tersebar di berbagai ruang digital. Penerapan ondoku dan bibliobattle dapat melatih kemampuan berpikir kritis peserta didik dan diharapkan mampu meningkatkan minat literasi anak sejak dini. Melalui pemanfaatan e-book dapat memberikan manfaat seperti peningkatan literasi digital di kalangan pelajar baik siswa, mahasiswa, pekerja, dan masyarakat umum. E-book juga dapat memperluas akses terhadap sumber bacaan yang berkualitas tanpa ada batas dan waktu.

Beberapa ide atau gagasan yang disampaikan melalui karya tulis ini diharapkan dapat meningkatkan literasi, kemampuan berpikir, juga menekan angka hoaks karena masyarakat dapat menganalisis berita yang beredar. Kesimpulan dari karya tulis ini adalah peningkatan kualitas literasi digital di Indonesia membutuhkan kolaborasi antar beberapa pihak seperti pemerintah, lembaga pendidikan, dan juga masyarakat untuk dapat meningkatkan posisi Indonesia dalam hal literasi digital lebih baik lagi. Melalui adopsi praktik negara maju diharapkan mampu meningkatkan kualitas literasi terutama literasi digital masyarakat Indonesia.