
Setiap tanggal 1 Oktober, Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum untuk mengenang perjalanan bangsa sekaligus merefleksikan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang sejarah, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman. Nilai-nilai Pancasila dapat diwujudkan melalui berbagai hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam lingkungan pendidikan dan kegiatan literasi.
Bagi Pusat Perpustakaan Universitas Internasional Batam (UIB), perpustakaan bukan hanya tempat untuk menemukan dan membaca koleksi, tetapi juga menjadi ruang bagi sivitas akademika untuk belajar, bertukar gagasan, mengenal berbagai perspektif, serta mengembangkan wawasan.
Melalui buku dan berbagai sumber informasi yang tersedia, pemustaka dapat menemukan beragam cerita, pemikiran, budaya, dan sudut pandang. Keberagaman tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran karena membantu setiap individu memahami bahwa perbedaan merupakan bagian dari kehidupan yang perlu dihargai.
📚 Literasi sebagai Ruang untuk Memahami Keberagaman
Literasi memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang mampu memahami informasi secara kritis sekaligus terbuka terhadap berbagai perspektif. Di lingkungan perguruan tinggi, kemampuan tersebut menjadi semakin penting karena proses pembelajaran tidak hanya berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga dengan kemampuan untuk berdiskusi, menghargai perbedaan pendapat, dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Perpustakaan hadir sebagai salah satu ruang yang mendukung proses tersebut. Melalui koleksi dan layanan yang tersedia, pemustaka dapat memperluas wawasan sekaligus menemukan berbagai pengetahuan dari beragam bidang.
Setiap buku memiliki cerita dan perspektif yang berbeda. Setiap pembaca pun memiliki pengalaman dan cara pandang masing-masing. Dari sanalah proses belajar dapat berkembang—bukan hanya tentang memperoleh informasi, tetapi juga tentang memahami dan menghargai keberagaman pemikiran.
🇮🇩 Pancasila dalam Kehidupan Akademik
Semangat Pancasila juga relevan dengan kehidupan akademik. Lingkungan perguruan tinggi mempertemukan individu dengan latar belakang, pengalaman, keahlian, dan pemikiran yang beragam. Perbedaan tersebut dapat menjadi kekuatan ketika disikapi dengan sikap saling menghargai dan semangat untuk belajar bersama.
Di perpustakaan, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai aktivitas, mulai dari membaca dan melakukan penelusuran informasi, mengikuti kegiatan literasi, berdiskusi, hingga memanfaatkan ruang perpustakaan sebagai tempat belajar bersama.
Dengan demikian, perpustakaan tidak hanya menjadi ruang yang mempertemukan pemustaka dengan sumber pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang yang mendorong terciptanya budaya belajar yang inklusif dan terbuka.
🌱 Terus Belajar, Terus Menjaga Persatuan
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi kesempatan untuk kembali mengingat bahwa persatuan perlu dirawat melalui tindakan nyata. Salah satunya dengan membangun kebiasaan untuk terus belajar, memahami informasi dengan baik, menghargai perbedaan, dan menggunakan pengetahuan secara bijak.
Pusat Perpustakaan UIB mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjadikan semangat Hari Kesaktian Pancasila sebagai inspirasi dalam menjalani proses belajar dan berkarya.
Sebab, melalui literasi kita belajar memahami.
Melalui keberagaman kita belajar menghargai.
Dan melalui pengetahuan kita dapat terus tumbuh bersama.
Selamat Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2026.
Bersatu dalam keberagaman, bertumbuh melalui pengetahuan.