
Setiap tanggal 4 Februari, dunia memperingati Hari Kanker Sedunia (World Cancer Day) sebagai momentum global untuk meningkatkan kesadaran, pencegahan, deteksi dini, serta penanganan kanker. Peringatan ini pertama kali dicanangkan pada tahun 2000 melalui Charter of Paris Against Cancer dan diprakarsai oleh Union for International Cancer Control (UICC) dengan dukungan World Health Organization (WHO) serta berbagai lembaga kesehatan internasional.
Hari Kanker Sedunia hadir sebagai pengingat bahwa kanker bukan hanya persoalan medis, tetapi juga persoalan edukasi, akses informasi yang benar, serta kesadaran masyarakat. Pengetahuan yang tepat menjadi fondasi penting dalam upaya pencegahan dan peningkatan kualitas hidup penyintas kanker.
Kanker di Indonesia: Fakta dan Tantangan Kesehatan Nasional
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Saat ini diperkirakan:
-
Sekitar 400.000 kasus baru kanker terjadi setiap tahun
-
Lebih dari 240.000 kematian akibat kanker dilaporkan setiap tahunnya
-
Jenis kanker yang paling banyak ditemukan meliputi kanker payudara, kanker serviks, kanker paru, dan kanker kolorektal
Kementerian Kesehatan juga memproyeksikan bahwa jumlah kasus kanker di Indonesia dapat meningkat hingga 70% pada tahun 2050 apabila upaya pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat secara berkelanjutan.
Salah satu perhatian utama adalah kanker serviks, dengan lebih dari 36.000 kasus baru setiap tahun, di mana sebagian besar kasus masih terdeteksi pada stadium lanjut. Kondisi ini menunjukkan pentingnya edukasi, skrining rutin, dan literasi kesehatan yang merata di masyarakat.
Pencegahan Dimulai dari Pengetahuan
Berbagai jenis kanker sebenarnya dapat dicegah atau ditangani lebih baik melalui:
-
Deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan rutin
-
Penerapan pola hidup sehat
-
Vaksinasi tertentu, seperti vaksin HPV
-
Akses terhadap informasi kesehatan yang akurat dan berbasis data
Dalam konteks ini, literasi kesehatan menjadi kunci utama untuk membantu masyarakat memahami risiko, pencegahan, dan penanganan kanker secara lebih komprehensif.
Peran Strategis Perpustakaan UIB dalam Literasi Kesehatan
Perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi buku, tetapi juga sebagai pusat literasi dan rujukan informasi tepercaya, termasuk di bidang kesehatan. Dalam peringatan Hari Kanker Sedunia, perpustakaan memiliki peran penting dalam:
-
Menyediakan sumber informasi ilmiah dan tepercaya terkait kanker
-
Membantu sivitas akademika memilah informasi yang valid di tengah maraknya hoaks kesehatan
-
Mendukung edukasi dan peningkatan kesadaran akan pentingnya pencegahan dan deteksi dini kanker
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Perpustakaan Universitas Internasional Batam (UIB) menyediakan koleksi bacaan yang relevan dan edukatif, di antaranya:
-
Tatalaksana Komprehensif Nyeri Kanker
Buku ini membahas pendekatan menyeluruh dalam penanganan nyeri pada pasien kanker, mencakup aspek medis, klinis, dan kualitas hidup pasien. -
Buku Ajar Gizi dan Kanker
Koleksi ini mengulas peran penting gizi dalam pencegahan, terapi, dan pemulihan pasien kanker, serta hubungan antara pola makan dan risiko kanker.
Koleksi tersebut dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa, dosen, dan sivitas akademika sebagai referensi akademik maupun sumber pembelajaran kesehatan yang kredibel.
Literasi untuk Hidup yang Lebih Sehat
Melalui peringatan Hari Kanker Sedunia, Perpustakaan UIB mengajak seluruh sivitas akademika untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan, memperkuat literasi informasi, dan menjadikan pengetahuan sebagai langkah awal dalam pencegahan kanker.
Karena melawan kanker tidak hanya dimulai dari ruang perawatan, tetapi juga dari akses terhadap informasi yang benar, ilmiah, dan dapat dipercaya.