Library.uib.ac.id

Jennifer Aurelia

Akuntansi, Universitas Internasional Batam

Email: jenniferaurelia158@gmail.com

 

Abstrak

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk sektor keuangan. Kemunculan Financial Technology (FinTech) menjadi wujud nyata dari inovasi tersebut. FinTech merupakan bentuk transformasi layanan keuangan yang memanfaatkan teknologi digital untuk mempermudah, mempercepat, dan mengefisienkan transaksi keuangan yang kini telah menjadi bagian penting dalam        kehidupan masyarakat modern. Esai ini membahas bagaimana FinTech berperan sebagai pendorong utama transformasi sistem keuangan global dengan dukungan teknologi seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan big data. Di sisi lain, tantangan terkait keamanan data dan perlindungan konsumen menjadi isu krusial yang harus diantisipasi agar pertumbuhan FinTech dapat berjalan seimbang antara inovasi dan keamanan. Dengan pengelolaan yang tepat, FinTech berpotensi besar dalam mewujudkan masa depan keuangan yang inklusif, efisien, dan terpercaya di era digital.

Kata kunci: financial technology (fintech), transformasi sistem keuangan digital, keamanan data dan perlindungan konsumen

 

Latar Belakang

Dalam beberapa dekade terakhir, dunia telah mengalami transformasi besar akibat kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Salah satu sektor besar yang mengalami perubahan akibat kemajuan teknologi adalah keuangan. Perubahan teknologi tersebut juga mengubah cara masyarakat menggunakan uang dan layanan keuangan. Dahulu, untuk melakukan aktivitas keuangan, seseorang harus pergi ke bank dan melalui proses yang panjang. Kini, semua itu dapat diselesaikan dalam hitungan detik hanya melalui gawai.

Meskipun perubahan besar ini baru terasa dalam beberapa tahun terakhir, nyatanya FinTech telah ada jauh lebih lama dari yang kebanyakan orang bayangkan. Menurut riset Arneris, Barberis, dan Ross, FinTech sudah muncul sejak tahun 1886. Pengenalan telegraf (1838) dan kabel transatlantik (1866) menjadi pondasi awal globalisasi keuangan karena memungkinkan komunikasi cepat antarnegara. Sebelum adanya telegraf, transaksi keuangan internasional membutuhkan waktu berhari-hari atau berminggu-minggu. Dengan telegraf dan kabel bawah laut, informasi keuangan bisa dikirim dalam hitungan menit. Serta, pengenalan Automated Teller Machine (ATM) oleh (Barclays Bank, 1967) yang menandai awal dari FinTech modern, karena ATM menggabungkan teknologi mesin dengan layanan keuangan secara langsung kepada nasabah tanpa perlu interaksi manusia.  ATM dianggap sebagai inovasi besar dalam pelayanan keuangan otomatis.

Kemunculan FinTech menjadi tonggak penting dalam modernisasi sistem keuangan global. Menurut OJK, Financial Technology (FinTech) adalah inovasi pada industri jasa keuangan yang memanfaatkan teknologi untuk menjalankan mekanisme transaksi keuangan, sehingga membuat proses keuangan menjadi lebih mudah, efisien, dan ekonomis. Saat ini, FinTech telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari melalui berbagai inovasi seperti digital banking, dompet digital (OVO, GoPay, DANA, dan lain- lain), serta platform investasi online, pinjaman online dan peer-to-peer lending yang memudahkan masyarakat dalam mengelola keuangan di era digital.

Ide/Gagasan dan Solusi

Gagasan utama yang melandasi perkembangan FinTech adalah pemanfaatan teknologi untuk membuat layanan keuangan menjadi lebih mudah diakses, efisien, dan ekonomis. FinTech mengubah model bisnis konvensional yang sering kali rumit dan mahal menjadi lebih modern dan terjangkau.  FinTech bahkan berperan besar dalam memperluas pemerataan keuangan, terutama bagi masyarakat yang selama ini tidak tersentuh layanan perbankan konvensional, misalnya pelaku UMKM di daerah terpencil.

Selain itu, kehadiran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan analisis big data dalam sistem FinTech semakin memperkuat fungsinya.  Ketiga elemen tersebut saling terhubung dan mendorong perubahan dalam sektor keuangan. Big data merujuk pada himpunan data yang sangat besar dan kompleks yang tidak bisa diproses dengan metode tradisional dan AI menggunakan data dari big data untuk belajar dan membuat keputusan secara otomatis. Gabungan AI dan big data menciptakan manfaat yang signifikan seperti peningkatan efisiensi waktu misalnya pada proses peminjaman dana dengan otomatisasi proses keuangan, mulai dari proses persetujuan hingga verifikasi identitas.

Namun, di tengah pesatnya inovasi penerapan AI dan big data dalam FinTech yang membawa banyak kemajuan juga memiliki tantangan yang tidak dapat diabaikan. Keamanan data menjadi isu utama yang perlu mendapat perhatian serius. Kasus kebocoran data dan penipuan digital masih kerap terjadi, menandakan bahwa pertumbuhan FinTech harus diimbangi dengan penguatan sistem perlindungan konsumen.

Sebagai contoh, pada tahun 2022 sempat terjadi kebocoran data pengguna salah satu platform pinjaman online (P2P lending) di Indonesia yang menyebabkan ribuan data pribadi seperti KTP, nomor telepon, dan informasi rekening tersebar di internet. Hal tersebut menunjukkan bahwa meskipun teknologi digital memberikan kemudahan, tetap ada risiko tinggi apabila pengelolaan dan perlindungan datanya tidak dilakukan dengan standar keamanan yang baik.

Oleh karena itu, perusahaan FinTech harus memperkuat sistem keamanan dan audit keamanan berkala. Di sisi lain, pengguna juga perlu tetap waspada terhadap tautan mencurigakan, phishing, atau permintaan data pribadi yang tidak resmi.  Penguatan kesadaran digital antara pengguna dan penyedia layanan menjadi langkah penting dalam menciptakan ekosistem FinTech yang aman dan terpercaya.

Manfaat dan Kesimpulan

FinTech memberikan berbagai manfaat nyata bagi masyarakat terutama di era digital. Melalui pemanfaatan teknologi, layanan keuangan kini dapat diakses dengan lebih mudah, cepat, dan efisien tanpa harus bergantung pada sistem perbankan konvensional. Masyarakat dapat melakukan transaksi seperti pembayaran, transfer dana, investasi, hingga pengajuan pinjaman hanya melalui gawai. Hal ini tidak hanya memudahkan kehidupan sehari-hari, tetapi juga mendorong pertumbuhan inklusi keuangan, terutama bagi masyarakat di daerah terpencil yang sebelumnya sulit menjangkau layanan perbankan. Selain itu, FinTech turut membantu pelaku UMKM dalam memperoleh pembiayaan, memperluas pasar, serta meningkatkan daya saing melalui berbagai platform digital.

Perkembangan FinTech membawa dampak positif yang signifikan terhadap kemajuan sistem keuangan modern. Namun, di balik kemudahan dan efisiensi tersebut, tantangan seperti keamanan data dan perlindungan konsumen tetap harus menjadi perhatian utama. Diperlukan sistem keamanan yang kuat oleh penyedia layanan untuk membangun ekosistem FinTech yang aman, transparan, dan berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang tepat, FinTech dapat menjadi tonggak utama dalam mewujudkan masa depan keuangan yang lebih inklusif, efisien, dan terpercaya bagi seluruh masyarakat.